Month: December 2012

Renungan : Hidden Greatness

There is much emphasis on notoriety and fame in our society. Our newspapers and television keep giving us the message: What counts is to be known, praised, and admired, whether you are a writer, an actor, a musician, or a politician

Still, real greatness is often hidden, humble, simple, and unobtrusive. It is not easy to trust ourselves and our actions without public affirmation. We must have strong self-confidence combined with deep humility. Some of the greatest works of art and the most important works of peace were created by people who had no need for the limelight. They knew that what they were doing was their call, and they did it with great patience, perseverance, and love.

(Taken from Bread for the Journey by Henri Nouwen)

Makna Sebenarnya dari Human Capital

Siapa yang tak kenal mendiang John Lennon? Musisi jenius ini dikenal sebagai salah satu seniman terbesar abad 20. Bersama tiga sobatnya, Paul Mc Cartney, Ringo Starr dan George Harrison, ia membangun the Beatles sebagai grup musik paling legendaris di dunia, dan juga salah satu band terkaya di muka bumi. Lewat kecerdasannya, ia meracik lagu-lagu abadi semacam Come Together dan Imagine. Tak heran, jutaan orang menangisi kepergiannya yang tragis di tahun 1980, 8 Desember, ketika empat peluru revolver menembus tubuhnya.

Siapa pula yang tidak kenal Bill Gates? Banyak orang mengenalnya sebagai brilliant man yang pada usia 25 tahun nekad drop out dari Harvard University; dan memutuskan untuk membangun perusahaan yang kelak kita kenal sebagai salah satu most valuable company on earth, Microsoft. Pria visioner ini juga acap diakui sebagai salah satu arsitek utama dibalik kemajuan industri teknologi informasi global. Dan pasti, Bill Gates juga banyak dikenal sebagai orang terkaya di dunia dengan total kekayaan lebih dari lima ratus trilyun rupiah.

Lalu, apa hubungan Bill “Microsoft” Gates dan John “the Beatles’” Lennon? Keduanya mewakili sebuah tema yang kini makin terasa penting: yakni tentang apa itu makna sebenarnya dari human capital atau modal insani.

Kedua orang itu menunjukkan contoh yang paling jitu, bahwa human capital atau modal manusia-lah yang pada akhirnya akan menentukan kemajuan peradaban dan kebudayaan; bukan aset fisik, kecanggihan teknologi, modal finansial ataupun strategi branding yang heroik.

Keduanya juga memberikan ilustrasi betapa jika dikelola dengan brilian, potensi dan kekuatan human capital akan mampu memberikan value added yang bersifat dramatik, dan mampu memicu tumbuhnya sebuah kekuatan bisnis dalam skala yang masif.

Kisah diatas dengan kata lain menegaskan arti penting dari konsep human capital : yakni bahwa modal kapabilitas, ketrampilan dan kecerdasan sumber daya manusia merupakan elemen fundamental bagi kejayaan sebuah organisasi — entah organisasi itu berupa perusahaan global atau sebuah grup band musik.

Pertanyaannya kini adalah : apa yang mesti dilakukan agar kita bisa mereproduksi sumber daya manusia sekelas Bill Gates atau John Lennon?

 

Sumber : Human Capital : Sepenggal Dongeng tentang John Lennon dan Bill Gates
Yodhia Antariksa , 2007

Persiapkan diri menjadi pelaku bisnis masa depan

Menurut prediksi Goldman Sach, sebuah lembaga keuangan terkemuka dunia, bahwa di tahun 2050 – nilai PDB dan size ekonomi Indonesia akan berada pada peringkat 7 dunia, mengalahkan size ekonomi Jerman, Inggris dan Jepang. Sat ini, ukuran ekonomi Indonesia masih berada pada urutan 18. Ini pertanda pelan-pelan ekonomi Indonesia bergerak ke arah “middle economy club” bersama Meksiko, Turki dan Korea Selatan. Pada tahun 2050 itu, dengan jumlah penduduk sekitar 400 juta, ekonomi Indonesia akan menjadi salah satu rakasasa dunia. Secara ekonomi, bangsa Indonesia akan menjadi salah satu key player yang disegani dalam kancah global.

Ini merupakan peta masa depan ekonomi yang sangat menantang. Ini merupakan “ladang emas” yang begitu menggugah.
Bagi Anda orang-orang muda dari punguan Simatupang mari kita persiapkan diri menjadi pelaku bisnis dan praktisi manajemen. Khususnya bagi Anda yang saat ini masih orang-orang muda berusia 20-an tahun dan memiliki spirit optimisme, mari kita patrikan impian besar untuk menjadi the future great business owners. Mari kita persiapkan diri menjadi pelaku bisnis masa depan. Kita mulai hari ini. Jangan buang waktu untuk selalu berpikir negatif dan pesimis. Mari kita rebut peluang emas itu. Dan rajutlah impian itu bersama dengan tumbuhnya ekonomi raksasa Indonesia. Mari kita bertumbuh bersama menjadi sebuah negara economic superpower berikutnya.

Sumber : www.strategimanajemen.net/ Yodhia Antariksa